Tak ada hentinya angin menderu menyuruhku berhenti beristirahat
Tapi sengat sang Raja Alam ingin aku meneruskannya
Malaikat surga pun ingun aku menghentikannya
Tapi aku tetap saja melangkah pergi bersama butir - butir pasir yang tergeletak tak berdaya
Perihkah ? Maniskah ? Lukakah ? Indahkah ?
Bahagiakah ? Senangkah ? Jelekkah ?
Aku tak tahu, mataku sudah terlalu lelah untuk mengecap manis pahitnya
Semua sudah tak terasa, ngilu pun tidak
Aku buta ? Aku bisu ? Aku tuli ?
Sesak tapi bukan berarti au tak bernafas
Apa aku ? Siapa dan bagaimana ?
Kemana dan kapan telapak kaki ini akan berhenti ?
Sekali lagi aku tak tahu
Tapi sengat sang Raja Alam ingin aku meneruskannya
Malaikat surga pun ingun aku menghentikannya
Tapi aku tetap saja melangkah pergi bersama butir - butir pasir yang tergeletak tak berdaya
Perihkah ? Maniskah ? Lukakah ? Indahkah ?
Bahagiakah ? Senangkah ? Jelekkah ?
Aku tak tahu, mataku sudah terlalu lelah untuk mengecap manis pahitnya
Semua sudah tak terasa, ngilu pun tidak
Aku buta ? Aku bisu ? Aku tuli ?
Sesak tapi bukan berarti au tak bernafas
Apa aku ? Siapa dan bagaimana ?
Kemana dan kapan telapak kaki ini akan berhenti ?
Sekali lagi aku tak tahu
Batu, 14 Desember 2011
Avi Arum Andini








0 komentar:
Posting Komentar